Selasa, 17 Desember 2013

Setelah Wisuda, Saatnya Rencanakan Karier!


JAKARTA - Fase dunia kerja akan datang setelah melalui lulus kuliah. Untuk itu perlu perencanaan yang matang. Supaya kamu bisa mencapai cita-cita yang diimpikan.
 
Mengapa perencanaan menjadi penting? Pola hidupmu akan berubah drastis dari kehidupan kampus. Sebab dalam satu minggu, setidaknya kamu akan menghabiskan 40 jam untuk urusan kantor.

Tidak hanya itu, saat bekerja kamu juga dituntut untuk mandiri dan mengelola gajimu dengan baik. Misalnya, memenuhi kebutuhan makan siang, ongkos transpor, sewa kos, biaya tidak terduga, dan yang terpenting memberikan sebagian uang untuk keluarga dan bersedekah.

Bagaimana caranya merencanakan karier? Berikut tahapannya seperti diolah dari berbagai sumber.

1. Tentukan apa yang akan dicapai

Sebelum memilih pekerjaan yang kamu lamar, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu apa yang mau kamu capai. Apa yang kamu harapkan lima tahun mendatang? Bagaimana cara mencapainya?

Setelah merumuskannya, sesuaikan dengan posisi pekerjaan dan perusahaan yang akan dituju. Tanyakan pada dirimu, "apakah saya sanggup mengerjakan pekerjaan itu setiap hari?"

Seperti dikutip dari  artikel Planning for Carier Success, Selasa (17/12/2013), hidup ini terlalu pendek untuk dilalui dengan sesuatu hal yang tidak kamu suka.  Maksud dari kalimat ini adalah, nikmatilah hidupmu dengan mencari pekerjaan yang kamu cintai.

2. Jangan terpengaruh

"Ehloe mesti kerja di sini nih. Kantornya keren abis. Gajinya gede. Cocok nih kayaknya buat eloyang suka hura-hura."

Jika ada temanmu yang berkata seperti itu, jangan ditelan bulat-bulat. Yang memutuskan di mana kamu akan bekerja adalah dirimu bukan orang lain. Hindari memilih pekerjaan hanya karena ikut-ikutan teman.

3. Apa definisi sukses menurut dirimu?

Pastikan kamu memiliki tolak ukur dari kata sukses. Misalkan, kamu mendapat pekerjaan dengan prospek karier yang menggiurkan. Tetapi pekerjaanmu justru menyita waktu atau bahkan kamu menjadi sama sekali tidak memiliki teman, atau jauh dari keluarga.

Setiap orang memiliki tolak ukur keberhasilan yang berbeda. Hanya kamu yang dapat menentukan apa artinya bagi sukses. Kepuasanmu dengan karier yang kamu capai itu seperti menemukan jati diri mu sendiri.

4. Dukungan orangtua

Setelah merumuskan semuanya, konsultasikan dengan orangtua, kakak atau saudara. Mereka memiliki pandangan yang lebih luas, karena telah melewati fase dunia kerja.

5. Kenali diri dan jadilah cheerleader 

Di dunia kerja, ada area yang tidak bisa kamu kendalikan. Ada kalanya kamu mengerjakan pekerjaan sebaik mungkin, tetapi tetap terjadi kesalahan. Itu manusiawi, karena manusia tidak luput dari kesalahan.

Tetapi menjadi tidak manusiawi jika ternyata kamu tidak mengakui kesalahan. Jadilah cheerleaderuntuk dirimu. Temukan cara untuk memperbaiki, atau setidaknya mengambil tindakan yang dapat meminimalisir efek kesalahan. Itu akan membantu memulihkan reputasimu.

6. Sabar

Sabarlah menunggu panggilan pekerjaan. Buatlah target, pengiriman lamaran pekerjaan. Misalnya, dalam satu hari kamu bisa mengirim lamaran di posisi yang kamu inginkan. Jika belum juga dipanggil, isilah kekosongan waktu dengan berbagai hal positif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar